Random Tweets

Posted: April 22nd, 2012 | Author: Muhamad Iman Usman | Filed under: Notes, Personal | No Comments »

Di suatu malam, tiba-tiba nge twit random :)

I should know better when enough is enough. Sometimes I have to give up the fight and walk away. I need to move to something more productive

But if you want it so bad, you will try to goo beyond your limit. You will push your self to the end of the battle. Will I?

When you were child, people told u to dream as high as sky. But now, even footprints already left on the moon. Even the limit changes.

You know the limit is not limited. But, at then end you are the one who knows whether u have to push yourself beyond your limit or not.

Living in others’ expectations just make you frustrated. Because you (will) know, that you are not going to win in every single time.

There is a moment when you’re proud and happy with what u get. You get the expected. But it’s not going to happen everytime.

Therefore, being the unexpected, then getting the unexpected gives more satisfaction. But once you win, you’re no longer a darkhorse.

But then, it’s your option, whether you want to stay win as the snake’s head, or move to be a dragon’s tail.

You know that being a dragon’s tail will not make u come to the spotlight. But that’s the process u need to make u become a dragon’s head.

Even, when you become the dragon’s head, you still have to compete with the other dragons. The process is keep going on. No limit rite?

Even, when u get the highest one, u still have to maintain it. How far, how long you can do that? Living in others’ expectation forever?

Argh.. this is life, this is real. It’s not a fairy tale. The ideals are only in your head. So, just face it like a winner does.

The society constructs what is good and what is bad. Living in theirs will never get you to the end. What can u do then?

Just change how they shape the construction. Make them follow yours. Or just be happy with what u choose, leave what they think/ and say.

Ah.. sudahlah. Biarkan mereka bilang apa, biarkan mereka menaruh asa. Sampai kau sendiri rempa, ingat kau ada rasa.

Post to Twitter


Insight Indonesia

Posted: April 15th, 2012 | Author: Muhamad Iman Usman | Filed under: Media | No Comments »

There is always first time in everything, and this is my first english interview on TV talkhsow.

Beberapa waktu yang lalu, randomly teman saya di Jakarta Globe, Zack ngenalin saya ke Lin Neuman, orang yang ngebawa Jakarta Globe hadir di Indonesia, dan sekarang juga memimpin BeritaSatu. Nggak tahunya, ujung-ujungnya Lin langsung ngundang untuk jadi bintang tamu di acaranya, Insight Indonesia. Agak nggak pede sebenarnya ketika sebelum mulai, tapi Lin Neuman (host) nya cukup jago untuk bawa suasana, yang pada akhirnya bikin gue nyaman juga. Another thing, senang banget ketika pertanyaannya juga agak ga biasa :) Masih ada kesalahan di sana sini, jawabannya juga masih dangkal banget, masih perlu banyak belajar. Tapi cukup senang lah :)

Post to Twitter


Cerita Kita, Inspirasi Untuk Indonesia

Posted: April 9th, 2012 | Author: Muhamad Iman Usman | Filed under: Media, Notes, Projects | Tags: , | 2 Comments »

Cerita Kita, Inspirasi Untuk Indonesia

Tahukah kita bahwa ada pelajar Indonesia yang meraih Lee Kuan Yew Gold Medal (penghargaan tertinggi untuk mahasiswa di Nanyang Technology University Singapura – salah satu universitas terbaik di dunia?

Tahukah kita bahwa ada seorang Ibu yang hanya lulusan SD, namun memiliki dedikasi yang tinggi pada dunia baca di Indonesia. Menabung selama tiga tahun, hanya untuk membeli sebuah sepeda, yang kemudian digunakannya untuk membawa buku-buku supaya bisa dibaca anak-anak dari kampung ke kampung?

Tahukah kita tentang seorang Ibu yang menghadapi lupus dalam masa hidupnya, tapi masih ingin mengabdikan diri dan menginspirasikan orang lain dengan aksi-aksi hebatnya?

Mereka ada di sekitar kita. Mungkin sebagian tahu, atau sebagian tidak. Tidak salah jika anda tidak tahu, karena mungkin tidak ada yang menyampaikannya.

Saya memang tidak mempelajari secara formal mengenai media ataupun dunia komunikasi, tapi bisa dibilang saya senang memperhatikan, memanfaatkan, dan tentu saja mengkonsumsinya. Sebagai konsumen (setidaknya), saya makin prihatin melihat apa yang disajikan oleh media saat ini. Ketika menghidupkan televisi misalnya, yang didengar hanyalah berita soal korupsi, kriminalitas, kekerasan, berita tentang kehidupan pribadi orang lain, atau sejenisnya.

Saya paham mungkin memang itu realita yang dihadapi bangsa ini, dan memang kita perlu tahu. Tapi apakah hanya itu yang dimiliki oleh bangsa ini? Dan apakah tugas media hanya sekedar menyampaikan informasi? Apakah seolah hanya kabar buruk yang bisa kita dengar tentang negeri ini? Jangan salahkan juga kalau kemudian banyak yang memilih apatis, atau bahkan pesimis dengan masa depan bangsa ini. Bahkan kadang, ketika saya memilih untuk tidak mengkonsumsinya beberapa saat, saya merasa jauh lebih baik. Lingkaran pergaulan saya membuat saya tetap kuat dan optimis melihat bangsa ini (mungkin sebagian menganggapnya utopis bahkan). Saya beruntung akan hal itu. Tapi bagaimana dengan mereka yang belum seberuntung itu? Berada di pergaulan yang mungkin bukannya menguatkan, tapi justu menjatuhkan? Konsumsi media tadi, bisa jadi makin memperburuk keadaan.

Memang saya percaya bahwa ada sejumlah alternatif tayangan di televisi, bacaan di majalah, akun di media jejaring sosial yang mencoba untuk mengedukasi dan menginspirasi masyarakat, seperti apa yang dilakukan oleh Kick Andy misalnya. Saya berterima kasih untuk itu semua. Tapi pertanyaannya, seberapa banyak kah pilihan yang ada itu? Tak banyak masyarakat kita yang kemudian memilih untuk mengkonsumsinya, meskipun pilihan itu ada, atau bahkan lebih buruknya tidak banyak yang mengetahui ataupun bisa mengakses itu sebagaimana kita.

Di sisi lain, hampir setiap hari saya bertemu dengan orang-orang luar biasa, unreasonable people. Teman-teman di kampus yang punya tips kreatif, pengalaman masa lalu yang menggugah hati, yang seharusnya bisa didengar oleh banyak orang.  Teman-teman yang ada di kampus, yang dianggap oleh orang terbatas, namun ternyata bisa mewujudkan mimpinya yak tak berbatas. Saya ingin bukan hanya saya yang tahu tentang mereka (kisah mereka), tapi lebih banyak orang lagi.

Saya percaya bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja. Saya bisa menginspirasi, anda juga bisa. Anda tidak perlu menunggu menjadi seperti Oprah Winfrey ataupun Andy Noya, untuk menginspirasi orang lain. Jika anda seorang Ibu, saya yakin anda telah banyak menginspirasi anak anda untuk bisa tumbuh dan berjuang meraih mimpinya. Jika anda seorang professional, saya yakin dedikasi anda pada bidang yang anda tekuni telah memberikan dampak pada bagaimana anda, keluarga anda, atau bahkan orang lain hidup. Perjuangan anda melewati masa lalu yang sulit, dan bangkit dari kegagalan. Atau bahkan keberhasilan anda menaklukkan ketakutan, meraih mimpi, bisa jadi sumber inspirasi. Bukan hanya untuk anda sendiri, bukan hanya untuk anak dan cucu, tapi juga bagi masyarakat Indonesia.

Kita butuh media yang membuat kita bisa bilang “Jika dia bisa, pasti saya juga bisa!”, setelah kita mengkonsumsinya. Media yang menggerakkan kita untuk membuat diri kita jadi lebih baik, dan moga-moga bisa membuat orang lain juga jadi lebih baik.

Atau mungkin kita perlu bercerita pada diri kita sendiri? Merefleksi bagaimana kita melalui hal-hal sulit dalam hidup kita untuk membuat kita selalu memiliki semangat berjuang. Merefleksi bagaimana hal-hal membahagiakan terjadi dalam hidup kita, untuk membuat kita bersyukur pada apa yang pernah kita dapat.

Jika satu atau dua contoh di negeri ini belum cukup, mungkin kita butuh energi kolektif yang bisa membangkitkan rasa percaya diri bangsa ini. Rasa percaya diri yang dibangun, dari kekuatan dan inspirasi setiap individunya. Kekuatan ini yang saling menguatkan, dan membangun.

Jika mungkin mereka yang kita harapkan jadi teladan justru gagal memberi contoh. Jika mereka yang katanya mewakili rakyat, tapi bahkan tidak paham apa yang dimau rakyat. Jika mungkin mereka yang katanya pintar, tapi tidak mau berbagi kepintarannya. Jika bahkan pemimpin di negeri ini, mungkin tidak lagi mau memimpin dengan memberi contoh. Saatnya kita ambil peranan!

Cerita kita bisa menginspirasi orang lain!

Setidaknya itu yang saya temukan ketika saya mengerjakan proyek Inspire-Cast. Buat yang belum mengetahui, InspireCast adalah sebuah website dengan alamat www.inspire-cast.com, yang berisi konten utama berupa podcast atau serial rekaman audio dengan durasi ±20-30 menit yang bisa didengarkan langsung dan ataupun diunduh oleh pengunjung website. Setiap minggunya, yakni setiap hari Minggu, akan diluncurkan podcast dengan berbagai topik menarik dan inspiratif. Isi podcast adalah rekaman obrolan saya, dan Marshanda (seorang aktris) yang mengangkat kisah-kisah inspiratif narasumber. Narasumber berasal dari berbagai kalangan (baik yang dikenal masyarakat luas maupun tidak), namun mereka memiliki kisah pribadi, hasil karya menarik, atau tips-tips penuh inspirasi yang menarik untuk dikupas.

Pengalaman saya setiap minggu berbincang dengan narasumber, telah banyak mengajarkan saya mengenai nilai-nilai hidup. Bahkan mungkin lebih banyak dari apa yang saya dapat di sekolah. Kisah-kisah mereka luar biasa, bukan hanya membuat saya berdecak kagum, tapi juga membuat saya lebih bersyukur pada apa yang saya dapat, dan berusaha untuk jauh lebih baik.

Saya tidak mau jadi orang yang hanya bisa mengkritik, tapi tidak menawarkan solusi. Sudah cukup para kritikus kita dengar komentarnya. Saya tidak mau menambah lagi jumlahnya. Dalam kapasitas saya, inilah yang bisa saya tawarkan. Saya tidak tahu apakah solusi ini akan bekerja untuk anda. Harapannya, jika solusi ini bekerja kepada saya, bisa menguatkan saya, mungkin anda juga bisa. Tak ada niatan untuk bersaing dengan program program sejenis yang sudah ada. Yang saya yakini, cerita hebat di Indonesia ini terlalu banyak, dan tidak bisa hanya dilakukan satu atau dua orang, atau beberapa kelompok saja. Saya hanya membantu untuk memfasilitasi menyuarakan kisah-kisah yang layak untuk didengar oleh orang banyak.

Tapi saya paham dengan kapasitas saya dan teman-teman di proyek ini. Seperti yang saya bilang, cerita hebat di negeri ini terlalu banyak, tapi mungkin selama ini masih tersembunyi di pelosok negeri, atau bahkan di hati dan memori kita sendiri. Mungkin sampai saat ini saya baru bisa menyiarkan satu cerita diantaranya setiap minggu, dan hingga tulisan ini dibuat, baru 19 kisah yang kami sampaikan. Bantu saya untuk menyuarakan kisah hebat tentang Indonesia, tentang rakyat Indonesia, tentang anda. Bantu saya untuk membuat kita kembali positif, dan memandang masa depan kita dan Indonesia lebih optimis!

Jika anda memiliki media sendiri (jejaring sosial, blog, dll), sampaikanlah hal-hal positif yang menurut anda layak untuk dibagikan. Atau anda bisa juga bergabung bersama kami di proyek sederhana ini. Anda bisa mengirimkan cerita berupa teks, audio, ataupun video melalui website tersebut.

Jangan takut untuk mulai bercerita, jika cerita anda bisa membuat orang lain lebih baik, dan jauh lebih kuat. Jangan takut untuk berbagi, dan jangan pernah menunggu untuk berbagi, jika anda bisa melakukannya sekarang!

Salam,

Iman

Note: Thanks buat Cacha, Dilla, Donny, dan Gigih untuk kerjasamanya di proyek ini. Masih ingat bulan Oktober tahun lalu pas kepikiran soal project ini, dan kemudian bikin vision board ini:

Saat media launching beberapa waktu yang lalu :)

Post to Twitter


Youth Parliament Indonesia – The Executive Summary

Posted: March 24th, 2012 | Author: Muhamad Iman Usman | Filed under: Events, Projects | Tags: , | 1 Comment »

This is “a little report” of the project that made me busy for the last 1 year. Thank you for everyone who made this happened!

p.s. it’s going to be long anyway. Hopefully you enjoy it. Haha. If you are not interested in reading such a long page, you may watch this (sorry for the bad hair style, unfocus eyes, and high speed of speaking). But, it’s still the 1st part. More videos are coming soon :)



Regeneration is one of the most essential processes in national development. The future of a nation relies deeply on the success of regeneration, proliferating youth as future leaders.  This calls for an enhanced participation of youth in political processes. Active participation in prominent issues shall increase youth  awareness  and equip youth with the ability to  develop good leadership. It also provides the experience in decision-making, an important quality for future leaders. Therefore, enhanced  youth participation is required to ensure the continuity of national development. In addition, we also realize that decision making for the issues that related to young people, often neglected the voices of young people themselves, therefore we would like to provide a bottom up decision making process where voices of young people in the country can be heard through their representatives that they trust and elect by them selves, through a project called Parlemen Muda (Youth Parliament Indonesia)

Parlemen Muda (Youth Parliament Indonesia) is the first-ever youth parliament assembly in Indonesia. It gathers around 33 elected youth representatives from all around the nation and facilitates an annual conference to exchange youth minds upon prominent issues. It is held by Indonesian Future Leaders, a non profit organization that concerns on youth empowerment for social change. The organization delivers capacity building, community development, and advocacy projects throughout the country and impacts thousands of people. Parlemen Muda is a form of youth empowerment and enhancement of youth participation in  decision-making politics. In order to spread the words about the project and build awareness, we conducted series of roadshows to schools and colleges in few provinces in Indonesia, conducted workshops and public discussions, as well as online competition.

Realizing that the ideals of democracy shall be uphold in Parlemen Muda through campaign and elections, upon successful registrations, candidates  shall be provided with 1 month of campaign period  in order to convey their ideas and missions to electors. Electors then shall have to opportunity to support their candidate through votes. After 1 month election (October 23rd-November 23rd), we have collected 37.443 votes as the form of support to the candidates throughout the nation.

Candidates who have met all the requirements and gained top votes in their respective provinces shall be invited to Jakarta for a week of assembly from January 28th – February 3rd 2012. To open the assembly officially, we will held a public national conference at Auditorium RRI Jakarta, that feature top 15 leaders from various background and expertise to share their stories and thoughts for public, including: Head of House of State Republic of Indonesia, EU Ambassador for Indonesia, Mayor of Solo, Philanthropists, Youth Leaders, Celebrities, and more. On this conference, expectedly, 350 people coming from various provinces will join the delegates and media.

The conference was followed by the national assembly on January 30th – February 1st that was specially opened only for selected delegates from all around the country and media. It was held at Sampoerna Strategic Square Jakarta, Amphitheater Room. This assembly was a platform to convey ideas and views upon specific problems faced by the nation, particularly in the three topic areas, which are: education, environment, and public health. Delegates shall represent the sound and interest of their provinces, in regard with achieving a national solution. It was a form of democracy, where every province was given the same opportunity to convey their point of view upon national issue. The expected result was a resolution of policy recommendation, which shall be further addressed to the House of State, and relevant ministries.

In accordance with the conference, delegates had actively participate in other activities, such as institutional visits and academic discussions. They also attended workshops and seminars with distinguished speakers from various fields. The goal is to equip delegates with important skills like public speaking, project management, fundraising, issue tree making, and campaigning, which are important abilities in becoming a delegate. The whole program will be closed by presenting awards to top delegates on different categories.

Upon their return to respective provinces, delegates shall be assigned to plan and execute a social project and advocacy to their local governments of their own preference. It is a benchmark of their first contribution to the people of their respective province as a Parlemen Muda delegate. Throughout the process, delegates shall receive assistances and mini grants and mentorship support from Indonesian Future Leaders in order to enhance the success of the project.

As a platform that use social media as the tools to educate and promote democracy, Youth Parliament will conduct various programs in twitter, facebook, and our website to encourage young people to speak up their thought on various issues through writings, photos, videos, graphic designs, etc. This program shall be carried out annually after, as a form of commitment towards the continuation of youth participation in national politics.

Post to Twitter


Hult Global Case Challenge: Behind the Scene

Posted: March 24th, 2012 | Author: Muhamad Iman Usman | Filed under: Kuliah, Notes | Tags: | 1 Comment »

Mungkin kalo ada diantara teman-teman yang selama beberapa minggu belakangan melihat posting saya di twitter ataupun di facebook, untuk menghimbau dukungan untuk Tim UI dalam sebuah kompetisi, inilah sedikit ceritanya, sekaligus pertanggungjawaban atas dukungannya :)

Sekitar akhir Desember yang lalu, saya dan beberapa sahabat saya di UI memutuskan untuk mengikuti sebuah kompetisi kasus bisnis, namanya Hult Global Case Challenge. Awalnya begitu asing dengan nama kompetisi ini, at least dia ga sepopuler Trust Danone ataupun kompetisi bisnis lainnya yang biasa diikuti sama teman-teman di Fakultas Ekonomi. Baru setelah melihat lebih lanjut, ternyata kompetisi ini adalah Kompetisi Kasus Bisnis terbesar di dunia, dan memang sekolah-sekolah yang berpartisipasi bukan nama-nama yang asing lagi, mulai dari HBS, LSE, Oxford, Cambridghe, Hult, UC Berkeley, dll. Indonesia sendiri (setahu saya) sebelumnya belum pernah berpartisipasi dalam kompetisi ini.

Saya sendiri sejujurnya belum pernah mengikuti Kompetisi Kasus Bisnis. Bisa saja karena memang tidak tertarik, atau juga karena “belum mampu”. Tapi entah kenapa saya tertarik sekali dengan konsep kompetisi ini, yang benar-benar menguji kemampuan berpikir dan kreativitas, dan it’s not only about business, tapi kasus-kasus yang akan dibantu adalah kasus-kasus bisnis sosial dari organisasi-organisasi top di dunia. Jadi hadiah sebesar $ 1 juta yang akan diterima oleh pemenang, akan digunakan untuk membawa ide solusi bisnis tadi menjadi kenyataan, untuk menjawab tantangan yang diberikan. Saya pengen belajar banget dari kompetisi ini. Mencoba sesuatu yang belum pernah saya coba, di bidang yang mungkin tidak pernah saya sentuh sama sekali. Itu ekspektasi saya :)

Akhirnya setelah melalui seleksi tahap awal, dari 5000 peserta yang katanya berpartisipasi di tahun ini, kita berhasil masuk Top 200, dan masuk ke kelompok Housing Track dengan kasus dari Habitat for Humanity International (HFHI). HFHI adalah organisasi top yang selama ini menangani persoalan perumahan bagi masyarakat di dunia. Seperti yang kita ketahui, data menunjukkan dari 7 milyar orang yang tinggal di bumi ini, perumahan masih menjadi masalah genting bagi 1,6 milyar diantaranya. Dan kita dikasih tantangan dengan uang $ 1 juta tadi untuk menghasilkan gagasan yang bisa membuat HFHI bisa membangun 10 juta rumah dalam 10 tahun ke depan (yang artinya melayani 50 juta beneficiaries). Ini jelas bukan perkara mudah, pasalnya sejak HFHI berdiri 30 tahunan yang lalu, mereka aja baru berhasil membangun sekitar 2,5 juta rumah di seluruh dunia. Nah, sekarang kita dikasih tantangan melipatgandakan 4x lipat angka tersebut, hanya dalam waktu 10 tahun, dengan modal hanya $1 juta. Haha.

Saking pusingnya, ampe kita bikin joke, ini mah lebih berat daripada bangun 1000 candi dalam 1 malam. Roro jonggrang. Haha. Tapi ya disitu tantangannya.

Nah, kita diminta untuk persiapana selama 1 bulan, dan harus berangkat ke Dubai untuk mempresentasikan ide kita di kompetisi Final Regional. Perjalanan ke sini ga mudah, karena kita harus cari dana sendiri buat berangkat ke Dubai, dan harus hearing dengan berbagai stakeholders terkait (misalnya HFHI Indonesia, Kemenpera, experts, dll). Maklum, soalnya tidak ada satupun diantara tim kita yang punya background atau bahkan berurusan dengan yang namanya housing, selain menempatinya. Yang bikin lebih ribet, tim saya bisa dibilang anaknya aktif-aktif banget. Hehe. Kita berlima, nah dalam 1 bulan itu, saya harus mengorganisir kegiatan Parlemen Muda Indonesia, beberapa teman saya harus berangkat ke Amerika untuk kompetisi juga, ada yang harus magang, ribet lah pokoknya. Hehe. Dan, akhirnya kita nggak bisa fokus pada upaya pendanaan untuk berangkat ke Dubai. Jadi kita gagal bertarung di Regional Final.

Namun, untungnya sedikit harapan masih ada. Ada kompetisi online, yang mempertarungkan tim seluruh dunia, untuk memperebutkan 1 tiket ke Global Final. Dalam online track sendiri, kompetisi dibagi 2. Hanya 10 tim dengan suara terbanyak dari publik, yang bisa maju ke tahap berikutnya, yaitu penjurian dengan dewan juri. Saya paham sekali bahwa peluangnya sangat kecil sekali untuk bisa menang di sini. Tapi saya percaya bahwa ini harus kita tuntaskan sampai akhir. We are the ones who end what we start. Begitulah kira-kira prinsipnya.

Dengan persiapan terbatas dan minim, kita mempersiapkan sebuah video singkat yang menampilkan gagasan kita, untuk diperlombakan popularitasnya. Akhirnya lahirlah video ini, yang dibuat hanya dalam waktu semalam :)

Setelah kurang lebih 1 minggu bersaing, berkat dukungan teman-teman (thanks anyway), kita berhasil masuk Top 10. Senang banget rasanya. One step closer. Apalagi kita dapat komentar-komentar positif dari teman-teman yang menonton video ini. Tapi di luar dugaan, tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya, kita hanya punya waktu 24 jam dari pengumuman untuk mengumpulkan presentasi dan juga supporting documents. Apalagi dengan perbedaan waktu antara Jakarta dan Amerika, jelas ini jadi tantangan bagi kita. Ditambah lagi ujian datang, ketika ada teman-teman di tim yang sakit dan harus ke luar kota. Tapi, semangat untuk menyelesaikan ini hingga tuntas masih membara. Kita nggak akan menyerah sampai titik akhir kemampuan kita.

Dan akhirnya, setelah berjibaku selama 12 jam, kita bisa mengirimkan dua dokumen ini:

 

View more documents from Muhamad Usman

Pengumumannya sudah disampaikan, dan sayang sekali kita belum berhasil membawa nama Indonesia ke pentas Global Final di New York April ini. Tapi saya sendiri paham, bahwa saya dan teman-teman di tim sudah memberikan kemampuan terbaik kami. Menang kalah urusan belakangan, yang penting kami sudah mencoba untuk mengalahkan segala halangan dari diri kami maupun eksternal. Kami menuntaskan apa yang kami mulai. Saya sendiri belajar banyak dari kompetisi ini dan juga dari teman-teman saya yang luar biasa. Terima kasih buat Bu Anna, coach terbaik dalam segala kompetisi yang pernah saya ikuti! Dedikasi dan dukungan Bu Anna buat kami luar biasa! Respect! Buat teman-teman saya yang luar biasa, Rainintha Siahaan, Aichiro Suryo Prabowo, Windy Natriavi, Akhmad Rahadian Hutomo, saya belajar banget dari kalian semua! Thank you guys!

Mohon maaf buat teman-teman yang sudah mendukung, kami belum bisa menjadi yang terbaik. Insya Allah di lain kesempatan, saya ataupun yang lain akan mengharumkan nama Indonesia dengan cara kami masing-masing :)

Post to Twitter


Greatest Speech Ever Made

Posted: March 19th, 2012 | Author: Muhamad Iman Usman | Filed under: Misc | No Comments »

One of the best videos i have ever heard. How he delivered the great message with such a powerful emotion was simply awesome. As Charlie Chaplin said: “I don’t always speak, but when i do i make sure? the whole world listens”.

Check it out!

Post to Twitter


Sekelumit Cerita dari Kunjungan Ke Sampoerna Academy

Posted: February 22nd, 2012 | Author: Muhamad Iman Usman | Filed under: Notes, Opportunities | 1 Comment »

Sejak saya memantapkan pengen jadi guru dan bikin sekolah suatu hari nanti, saya seneng banget tiap diminta datang ke sekolah-sekolah, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Ketemu dg anak2 dengan brbgai latar belakang dan model-model pendidikan yg beda. Banyak banget best practices yang ditemui, meskipun tetap selalu ada ruang untuk improvisasi. Salah satu sekolah yang bikin saya kagum banget adalah Sampoerna Academy. Minggu lalu, saya dapat kehormatan untuk berbagi tunggal di sesi inspiring talks yang diadakan di Sampoerna Academy Bogor. Kegiatan semacam ini memang rutin diadakan di sekolah-sekolah Sampoerna Academy. Ini aja udah jadi poin plus. Saya ingat jaman SMA, kayaknya jarang banget kegiatan-kegiatan semacam ini diinisiasi sama pihak sekolah. Jadinya, harus saya yang kreatif dan proaktif curi-curi waktu untuk nonton video dari internet, kalau mau dapat inspirasi lebih :)
Kalau ditotal mungkin saya sudah sharing atau mengisi sesi lebih dari 100x, tapi kunjungan kemarin ke Sampoerna Academy jd salah satu yang spesial. Ketika masuk ruangan, dan bertemu dengan 200-an anak-anak Sampoerna Academy, udah kerasa banget atmosfer yang beda. Keliatan banget anak-anak ini anak yang pintar, bersemangat, dan passionate sama apa yang mereka pelajari. Semuanya fokus dengerin saya, banyak yg sibuk mencatat, meski dalam suasana santai. Kaget juga pas sesi tanya jawab, hampir semuanya tunjuk tangan. Sampe saya kewalahan sendiri ngeladeninnya. Nggak kerasa juga 2 jam sesi sharing ini berjalan sangat cepat, bahkan harus ditambah :)
Hal ini bikin saya penasaran, dan pengen tahu banyak, gimana sih guru-guru di sekolah ini membina anak-anaknya. So, gak saya lewatkan kesmepatan buat ngobrol samapihak sekolah dan Yayasan, dan dpt info-info menarik soal program pendidikan yg udh jalan 3 thn di Indonesia ini. Anw, buat yang masih bingung, apa itu Sampoerna Academy? Simplenya, Sampoerna Academy itu sekolah/ program pendidikan yg dedesain Putera Sampoerna Foundation dg sistem asrama brstandar internasional.

So far mrk udh punya 989 siswa & mrk adalah siswa/i berprestasi, yg diseleksi dr seluruh prov di Indonesia, dr keluarga pra sejahtera. Pas denger visinya, langsung click bgt sama @ifutureleaders, sm2 pengen ngehasilin Indonesian Future Leaders, dg kompetensi global. Yg unik dr Sampoerna Academy & bs jd lesson learned, adalah mrk ga cm fokus sama pembangunan akademis yg didukung dg fasilitas komplit (layaknya sekolah-sekolah internasional lainnya), tapi mengembangkan program pendidikan dengan berlandaskan empat konsep yang mereka junjung: pathway to leadership, Lifelong learning, Media & IT skills, dan academic offering yg disertifikasi sama Cambridge.
Makanya, pas ditawarin untuk internship dan bantu-bantu untuk negmbangin konsep ini dalam program nyata, khususnya untuk pathway to leadership & life long learning nya, saya nggak pikir panjang. Langsung saya terima! Karena match banget sama future goal saya untuk bikin sekolah :) In short, di Sampoerna Academy, selain mereka belajar pelajaran-pelajaran utama dari guru2 terbaik (yg mostly juga masih muda), mereka juga diajarin tentang nilai-nilai kepemimpinan & kewirausahaan. Jadi mrk belajar project management, critical thinking, problem solving, pendidikan karakter, global citizenship, termasuk religious pluralism.

Ada juga program-program wajib community service, ngembangin wirausaha (bisnis), global citizenship, dll. Seru abis! Dan udah banyak kisah-kisah sukses dr program ini. Trus di tiap sekolah, mereka kan tinggal di asrama ya. Nah, asramanya dibagi-bagi ke kelompok-kelompok gitu, menggunakan nama-nama binatang. Tiap asrama ada Headboy & Headgirlnya. Kayak Harry Potter? Haha! Yups! Ala-ala prefect gitu klo di Harry Potter. Di Sampoerna Academy, para headboy dan headgirl ini dipilih sama siswa/i lainnya untuk memimpin mereka. Yah, namanya kalo tinggal di asrama, pasti seru lah ya. Banyak kegiatan-kegiatan asrama lainnya, dan pastinya siswa/i jd dekat mski beda latar belakangnya.

Pas dengerin konsepnya aja, saya langsung click bgt! Coba dulu jaman SMA bisa join di sekolah-sekolah kayak gini. Mereka nggak cuma fokus pembangunan akademis, tapi juga ekstrakurikuler. Seimbang. Hasilnya? Oke banget! Meski baru 3 tahun berdiri, tai prestasinya luar biasa! Jarang bgt sekolah baru bisa lgsung melejit gitu. Hasil ujian IGSE yg diikuti di seluruh dunia, ada 134 nilai A* (excellent) yg diraih anak2 Sampoerna Academy yang tersebar dalam sembilan mata pelajaran yang diujikan.

 

Prestasi internasional mereka juga didukung dan diapresiasi banget. Banyak yg menang kompetisi internasionak, ikut pertukaran pelajar ke eropa dan amerika, dll. Salah satu yang bikin kagum, namanya Yusman Ahmad & Annisa. Mereka adalah siswa Sampoerna Academy Malang yg jadi juara desain di Turki, lewat proyeknya yg bernama “Environmental Cycle”. Mereka memanfaatkn energi potensial pegas yg dapat menghemat tenaga pengendara sepeda hingga 680% atau 7x lebih hemat tenaga. Simplenya, kalo dengan sepeda biasa sepeda biasa, seseorang harus mengayuh hingga 160x untuk 1km. Namun dg teknologi yang mereka buat, cukip mengayuh 23x. Jd 1x kayuh, sepeda bisa bergerak sampe 23 meter. Mrk myisihkan 6150 peserta lain dr 43 negara di dunia. Dahsyat abis!Mereka dapat ide itu krn kegelisahan mereka melihat polusi yg disebabkan oleh kendaraan bermotor! Prinsipnya, mrk gabungin talent  yang mereka miliki + kegelisahan mereka terhadap isu sosial, yang kemudian jadi potensi perubahan!
Waktu SMA saya pernah ikut kompetisi sejenis, tapi levelnya masih kalah jauh sm anak2 ini. Salut bgt! Siapa bilang anak Indonesia kalah saing sm siswa2 asing? Senang jg ktk ngelihat sekolah/ guru bs ngebantu mendukung & apresiasi prestasi siswa. In my experience, itu jd pndorong siswa u/ jd lebih baik lg!
Nah, kabar gembiranya, mulai tahun ini, Sampoerna Academy jg dibuka u/ umum. Jadi selain untuk yg pra sejahtera, u can apply too!Pendaftarannya sudah dibuka, tapi mau ditutup tgl 27 feb ini. Jadi kalau tertarik, yuk buruan apply! Lengkapnya langsung aja cek infonya di: http://bit.ly/xoPhvh

Semoga pendidikan di Indonesia makin maju ya! Termasuk juga sekolah negeri! Ayo sama2 bangun pendidikan di Indonesia!

Post to Twitter