Greatest Speech Ever Made

Posted: March 19th, 2012 | Author: Muhamad Iman Usman | Filed under: Misc | No Comments »

One of the best videos i have ever heard. How he delivered the great message with such a powerful emotion was simply awesome. As Charlie Chaplin said: “I don’t always speak, but when i do i make sure? the whole world listens”.

Check it out!

Post to Twitter


Media Roundtable: Microsoft Bloggership

Posted: March 10th, 2011 | Author: Muhamad Iman Usman | Filed under: Misc | 2 Comments »

Terkait dengan anugerah Microsoft Bloggership Award 2011 yang diberikan kepada saya beberapa waktu yang lalu, Alhamdulillah akhirnya penyerahan hadiah dan juga penganugerahan secara resmi telah dilakukan pada Rabu, 10 Maret 2011 lalu di kantor Microsoft Indonesia. Selanjutnya, ada beberapa kegiatan yang telah direncanakan oleh saya dan juga pihak Microsoft, baik yang bertujuan untuk mengembangkan kapasitas personal saya sehingga bisa memaksimalkan power dan impact dari aktivitas sosial saya, maupun kegiatan-kegiatan citizenship bersama Microsoft yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat luas. Kalau teman-teman punya gagasan, atau ide tentang edukasi (khususnya anak-anak) dan kaitannya dengan pemanfaatan blog, teman-teman dapat memberikan gagasannya melalui imanusman@gmail.com , nantinya akan saya coba usulkan.

Berikut salah satu kutipan berita dari salah satu rekan media yang hadir pada diskusi dengan kalangan media saat itu, dikutp dari Antara News:


 

Jakarta (ANTARA News) – Microsoft mengharapkan ajang kompetisi blogger, Microsoft Bloggership Award 2011 yang mengangkat isu edukasi dan lingkungan, dapat mempersempit gap (kesenjangan) teknologi.

“Kita ingin sekali memperkecil gap teknologi, dan mensosialisasikan bahwa teknologi itu juga bisa berkontribusi buat masyarakat terutama pada isu edukasi dan lingkungan,” kata Yvonne Tirtoprodjo Marketing Communications Director Microsoft Indonesia dalam jumpa pers di kantor Microsoft di Jakarta, Rabu.

Yvonne mengatakan, Microsoft mempunyai visi yang sama dengan para blogger, dan blogger itu salah satu generasi masa depan Microsoft dan “kami dapat membantu mereka untuk melakukan aktivitas blogging di Internet lebih nyaman”.

Dalam kesempatan yang sama, pemenang Microsoft Bloggership Award 2011 Muhamad Iman Usman mengatakan bahwa aktivitasnya di www.imanusman.com, dirinya telah mengedukasi rekan di organisasinya dengan membagi pengalaman melalui tulisan.

Iman, yang lahir pada 21 Desember 1991 itu sekarang masih kuliah semester empat Universitas Indonesia jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Ia juga seorang aktivis dan presiden organisasi pemuda bernama Indonesian Future Leader.

“Jadi blogger bukan aktivitas rutin saya, aktivitas saya adalah seorang aktivis gerakan pemuda, blog hanya media buat saya,” ujar Iman.

Menurut Iman, penghargaan Bloggership berdampak membuka ruang untuk menyuarakan isu-isu lebih luas lagi, karena pengunjung blognya yang semula hanya 500 pengunjung, setelah memenangkan kompetisi menjadi 3.000 pengunjung per hari.

Sementara itu Enda Nasution, Steering Committee Pesta Blogger 2010 mengatakan bahwa pertimbangan dipilihnya Iman sebagai pemenang karena kesesuaian isinya dengan tema pendidikan, selain ia telah berbagi informasi dan mengajak anak muda untuk bertindak nyata.

“Iman terpilih karena adanya aplikasi nyata dari ide yang disampaikan,” ujar Enda.

Enda juga mengatakan saat ini di Indonesia ada 4.1 juta Blog tetapi hanya orang yang punya waktu khusus yang rutin melakukan posting ke Blog, dan mayoritas orang Indonesia mengakses social media secara mobile.

Microsoft melalui program Unlimitted Potential berkomitmen membangun sumber daya manusia, meningkatkan kualitas pendidikan, mempersempit kesenjangan digital dan mengembangkan keekonomian software lokal.

Bloggership adalah program perdana di Microsoft dan pertama di Indonesia, bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi blogger muda memperluas pengalaman, pengetahuan, serta mempertajam cara pandang terhadap isu-isu sosial dan kemasyarakatan.

Melalui program ini Microsoft berharap para blogger muda dapat menstimulasi gairah masyarakat terutama dalam memajukan sumber daya manusia dan bangsa Indonesia.

Program Microsoft Bloggership Award 2011 bertema “Stay connected and Saving Social Energy”.

Iman usman sang pemenang Microsoft Bloggership 2011 mendapatkan hadiah berupa seperangkat netbook dan tabungan dari Microsoft Indonesia.

Post to Twitter


REFLECTION TIME! Apa kabar 2009?

Posted: December 29th, 2009 | Author: Iman | Filed under: Misc | 4 Comments »

Mm. tinggal beberapa hari jelang dimulainya hari pertama di tahun 2010. So, apakah itu pertanda 2009 akan segara berakhir? Haha. answer by your self! Mungkin banyak media cetak maupun elektronik yang sudah mulai menayangkan ataupun menampilkan berbagai program ataupun rubrik mengenai “napak tilas” perjalanan bangsa ini atau bahkan dunia sepanjang 2010. Pada kesempatan kali ini, saya nggak mau ngebahas tentang itu, karena yeah.. ini saatnya bagi kita semua buat refleksi juga sudah sejauh apa sih kita saat ini melangkah? seberapa siap kita menatap 2010? Apa pelajaran yang bisa diambil selama 2009? Dan tentunya apa saja rencana kita di 2010? postingan ini lebih kepada keinginan saya untuk merefleksi diri sendiri dan orang orang di sekitar saya bisa merefleksi seorang “Muhamad Iman Usman”, good or bad, right or wrong, semuanya harus ada evaluasi kan?

Lalu apa yang akan di napak tilas?

Memulai hari di 2009 saya sempat posted di blog ( http://imanusman.co.cc ) tentang apa saja yang ingin saya capai atau lakukan selama 2010? No offense, no hint reason! Mungkin banyak yang nanya kenapa sih resolusi pribadi sampai harus di ceritain ke orang orang? mau pamer? mau unjuk diri?

Simply, saya pernah diajarin oleh beberapa orang “kalo kamu punya mimpi! Tell people, jangan dipendam aja! Jadi orang akan ngingatin kamu apakah kamu udah bisa mencapai mimpi itu?”. Dipikir-pikir iya juga yah.. at least kalo ada orang yang tau, dan kemudian nanya, saya bisa jadi lebih termotivasi buat mencapai itu. seolah-olah masih punya hutang. Dan… Yeah! supaya ga lupa aja. Kadang kala kita sering bilang “ya udah.. jalanin aja hidup ini. akan ada banyak kejutan manis”. Mungkin bagi sebagian orang berlaku, but personally for me NOT! Bagi saya (entahlah bagi orang lain), ketika saya bermimpi dan kemudian menikmati proses untuk mencapai itu, dan akhirnya menuai hasilnya, itu dia kejutan kejutannya. Bahkan kadang kejutan kejutan itu melebihi ekspektasi. Yah.. simply, kalo kamu hidup nggak ada tujuan, u know lah..

Orang hidup, pasti punya tujuan. Misalnya, pengen masuk surga. Nah untuk masuk surga dia akan bikin sejumlah program atau perencanaan. Let’s say mematuhi perintah Nya dan menjauhi larangan Nya. Nah kalimat itu tentu ga se simple itu. Ada follow up action nya kan? Nah begitu juga dengan resolusi.

Okay, lalu bagaimana hasilnya? Let me tell you, based on my experience.. di tahun 2009, saya memulai dengan resolusi seperti ini:

1. Lulus UN (Top 3 Sekolah)
2. Masuk HI UI / HI UGM
3. Ikut International Conference
4. Menang Lomba dengan status mahasiswa
5. Motor baru..
6. Join di UNICEF Voluntary Board
7. Khatam Qur’an lagi
8. Ke Bali
9. Networking

Lalu bagaimana hasilnya?

Ayo, kita analisa satu persatu?

1. Lulus UN (Top 3 Sekolah) (CHECKED)

Uff. ini emang ditaro di urutan pertama. mengingat ini tahun terakhir saya di SMA. dan saya hrus lulus. well. sebenernya sih yang utama itu, targetnya harus Lulus aja. kan ga lucu, kalo harus ikutan Paket C. Masuk smansa padang susah-susah, eh.. malah paket C. Sempat deg degan sih, secara tiap pra UN hasilnya ga mencapai target ini. palingan masih dikisaran nomor 5-10. Well. akhirnya.. setelah deg degan juga nunggun UN. I did it! Alhamdulillah. target yg ini tercapai. kebetulan pas pengumuman hasil, saya lagi di Singapore. dan teman-teman yg bilang, kalo saya nomor 1 di skolah. trus beberapa jam kemudian kepsek nelpon (katanya. nomor 1 juga di kota Padang). Alhamdulillah. ini lebih dari target yang pengen dicapai. Allah dengerin doa hamba-Nya.

2. Masuk HI UI / HI UGM (CHECKED)

Ini serasa mimpi banget. sebelumnya saya udah pasrah aja. kalo memang ga di HI UI atau HI UGM, yang penting saya udah bertekad tetep harus HI. alhamdulillah waktu awal januari juga udah punya cadangan, udah dapet HI UNPAR yang beasiswa. dan as we know, HI UNPAR itu cukup bagus even sangat bagus lah.. hehe (betul tidak Mario Masaya?). jadi udah siap siap aja kalo harus jd orang Bandung di 4 tahun ke depan. Tapi Allah punya rencana lain, alhamdulillah. so far Allah membuat smua urusan jd lancar. Dengan ajaibnya, saya dapet PPKB HI UI (sejenis PMDK gtu lah). ajaib banget bisa lulus. pdahal kalo liat temen-temen yg lain, banyak yg lebih dahsyat!

Btw, ngomongin soal HI UI. sebenernya itu udah passion sejak kelas 6 SD. Hahaha. gara gara waktu mengenal profesi diplomat, dan bercita cita pengen jd diplomat. Yeah.. started by thinking BIG. and yeah. BISA kok… meskipun sekarang kalo ditanya “masih mau jd diplomat?”… to answer this question, i guess i have to write in another posting.

3. Ikut International Conference (CHECKED )

Awalnya sih iseng iseng aja bikin resolusi ini. karena udah ngerasain benefits nya waktu ikutan conference soal disaster management di Malaysia tahun lalu. jadi pengen aja ngerasain manfaat dan memperluas networking lagi. Ini benar-benar disyukuri banget. di 6 bulan pertama, alhamdulillah udah bisa ikutan 2 international conference. dan itu terjadi di waktu yang berdekatan. cuma jarak 2 minggu. saya dapat kesempatan buat jd wakil Indonesia di Microsoft Innovative Students’ Forum di Malaysia akhir Mei lalu. dan itu bener bener conference terdahsyat yang saya pernah ikutin. luar biasa. trus alhamdulillah di pertengahan Juni ini, saya juga dapat kesempatan buat ikutan World Leadership Conference di Singapore. Yang ini bener bener nambah ilmu banget plus networking (at least jd kenal aja ama anak-anak UI yang sangat rame ikutan). jadi lebih ngerti soal waste management dan low carbon economy.

Kemudian, di pertengahan tahun, saya pernah bilang, bahwa moga-moga aja masih bisa ikutan 1 kali lagi. dan ternyata, dengan usaha dan doa. Terkabul! Even, i got 2 more. Sewaktu diminta jd Youth Community Leader SouthEast Asia Youth For Change dan menghadiri Youth Engagement Summit 2009 di Malaysia, dan last but not least. Tahun ini dapat kesempatan pertama kali ke Bangkok, ngewakilin Youth Advisory Panel United Nations Population Fund Indonesia di salah satu UN Regional Workshop nya. What i got? Banyaaaaak.. jd kenal sama orang PBB di headquarter di NY, Ilmu yang bisa dibagi bagi ke orang lain, dan juga pengalaman lintas budaya. Semua yang saya mulai dari AFS! Sampai sekarang kalo ngomongin soal pemahaman antarbudaya. Saya harus benar benar berterima kasih sama AFS dan Yayasan Bina Antarbudaya. Thanks Guys!!!

4. Menang Lomba dengan status mahasiswa (CHECKED)

Awalnya agak nggak yakin pas di awal tahun bikin resolusi kayak gini. Haha. dan juga bukan bermaksud jd maniak lomba atau CV man.. cuma.. yah pengen aja ngukur kualitas, apa ada progress dr SMA ke kuliah atau tetep sgitu aja, atau bahkan turun? soalnya dulu banyak yang bilang kalo sering juga pas kuliah jd ga semangat lagi untuk berprestasi dan aktif di kuliahan. Nah… untuk menghindari itu semua, saya coba bikin resolusi ini. Gimana hasilnya?

Alhamdulillah di bulan September 2009, baru baru jadi mahasiswa, ternyata Friendship Ambassador Foundation di USA menetapkan saya jadi World Top 10 Children Activists 2009. Haha. sesuatu yang nggak pernah saya bayangin. bahkan ketika saya memulai kegiatan volunteering di usia 10 tahun. Karena orientasinya bukan itu. Thanks buat Bang Bastian yang sudah merekomendasikan saya. Hehe. meskipun nggak sampe di undang ke NY buat nerima award. but it’s ok. better than nothing lah.. Haha

Dan kejutan terbesar di 2009? Yeah.. seperti yang sudah banyak orang tahu. Duta Muda ASEAN Indonesia 2009 (sepertinya saya nggak perlu cerita ini lagi). Hahaa

5. Motor baru (CHECKED)

Hahahaha. ini juga iseng. Eh ternyata meskipun second, kesampaian juga. yeah.. SUPRA apaaaa gtu (saking ga pedulinya)

6. Join di UNICEF Voluntary Board (CHECKED)

Yeah. Ini awalnya muncul buat mengantisipasi supaya saya bisa tetap aktif volunteering aja pas kuliah. nggak kendor. Ternyata pas jadi juri Pemilihan Pemimpin Muda Indonesia 2010, setelah penjurian di UNICEF, ada beberapa volunteers UNICEF yang menghubungi dan ajaibnya sudah memegang cv saya, dan yeah. did the interview, and passed!

Ternyata, resolusi supaya bisa join di United Nations Agency nggak cuma berhenti di sini. Pas bulan Juli 2009, application saya di United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia untuk jadi Youth Advisory Panel diterima. Haha. dan bergabung bersama 11 pemuda luarbiasa lainnya, memang MENGESANKAN! Saya belajar banyak dari sosok sosok seperti Rachel, Hendri, Gyna, Andra, Moudy, Denty, Gracia, Shofyan, Zurhan, Deponk, Koko, dan juga Pipin. Blom lagi kenal dengan UN Staffs yang ga cuma luar biasa, tapi HEBAT! Mbak Ibeth, Mbak Dona, Mbak Lamoth, Bu Martha, more more more.. and BASTIAN. hahaa

7. Khatam Qur’an lagi (CHECKED)

Ini mah kayaknya tahun depan nggak usah masuk resolusi lagi. ini udah kayak kewajiban. Hehehe.

8. Ke Bali (uffffffffff)

Nah ini dia yang menodai resolusi saya tahun ini.. it means GAGAL. haha. yah, blom menemukan waktu yang tepat aja untuk ke sana, dan entah kapan bisa ke sana. Moga moga 2010 bisa ya..

9. Networking

Lumayanlah untuk urusan yang ini. cukup nambah… hehee

Uff.. yah alhamdulillah, resolusi 2009 tercapai 89% . Dan saya semakin semangat sekarang buat berpikir mau ngapain ya di 2010? Dalam kesempatan ini saya juga mo minta refleksi dari teman-teman. Silahkan, monggo! Bisa by email juga di ini_iman@yahoo.com

Overall. 2009 adalah tahun yang luar biasa. Nggak kalah hebatnya dengan 2008. Nggak cuma kisah kisah bahagia, tapi juga banyak lah kisah sedihnya. Dan.. yeah. sudah cukup dibahasa beberapa hari yang lalu. 3 hari yang mengesankan dengan sahabat sahabat terbaik saya: Iib, Tama, Anda, Wiwik, Aldio, Maulini, Dhiella. Makasih buat refleksi akhir tahun skaligus birthday party yang luar biasa. SEDERHANA. Tapi it’s the best birthday party i’ve ever had. makasih teman-teman.. makasih sudah ngasih banyak nasehat dan petuahnya. hahaha

Okay.. 2010 bentar lagi. ayo bikin resolusi kamu, and tell people. tag saya juga boleh.. hehehe. THINK BIG, AND MAKE IT HAPPEN! DO WHAT U LOVE, AND LOVE WHAT U DO GUYS!

Post to Twitter


We Will Not Go Down

Posted: February 8th, 2009 | Author: Muhamad Iman Usman | Filed under: Misc | 6 Comments »

n591310030_2021269_34262

Pic by: Yoes Chandra K

A song for Gaza, WeWillNotGoDown (Michael Heart)
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Post to Twitter


Membangung Masa Depan Lewat Optimisme

Posted: February 1st, 2009 | Author: Muhamad Iman Usman | Filed under: Misc | Tags: | 15 Comments »

pc2401612Hidup adalah roda yang berputar. Kadang kala kehidupan kita berada di titik terendah. Tetapi kadang kala kita akan berada di titik tertinggi. Kehidupan yang dialami bangsa Indonesia saat ini mungkin sedang berada di titik pertengahan.

Titik awal untuk menuju titik tertinggi telah dimulai ketika “Indonesia merdeka” berkumandang. Artinya, tak sulit untuk menuju titik tertinggi. Sekarang, saatnya untuk membangun harapan yang disertai optimisme untuk mewujudkan mimpi kita bersama.

Harapan adalah awal dari segalanya

Hidup ini dibangun dari tumpukan batu harapan. Sama halnya dengan bebatuan yang merupakan pondasi sebuah bangunan, harapan merupakan pondasi dari kehidupan. Tumpukan harapan itu mengokohkan pondasi sebuah bangunan, yang kita kenal dengan kehidupan. Harapan dan imajinasi menyusun diri layaknya bongkahan tulang yang menyusun tubuh manusia. Harapan dan imajinasi membangun impian dan cita-cita tentang hari esok yang lebih cerah.

Mengutip Helen Keller, “Optimisme is the path that leads to achievement. Nothing can be done without hopes and confidence“. Tak ada yang dapat dilakukan tanpa harapan dan rasa pecaya diri. Harapan akan menumbuhkan energi dan spirit baru dalam hidup. Harapan merupakan sebuah perencanaan untuk menuai masa depan yang lebih baik.

Ketika harapan itu diyakini, muncullah sebuah rasa percaya diri. Keyakinan yang kuat untuk mewujudkan harapan tersebut. Memunculkan rasa optimis dalam diri, yang menjadi motivator terbesar untuk menggapainya. Optimisme merupakan energi yang besar untuk mewujudkan mimpi.

Kita tak akan bertemu dengan kehidupan yang dikelilingi oleh kemajuan teknologi dan sains seperti saat ini, tanpa orang-orang yang berani membuat mimpi, tanpa adanya orang-orang yang menginginkan sebuah perubahan.

Tanpa orang-orang seperti Thomas Alfa Edison, Alexander Graham Bell, dan pemimpi sukses lainnya, mungkin saat ini kita masih hidup dalam dunia yang hanya disinari terang bulan, dan remang-remang cahaya lilin. Mungkin kita masih hidup dalam dunia yang terkurung oleh jeruji-jeruji penjara sosialisasi bermasyarakat, karena terhambat oleh sulitnya komunikasi. Dan masih banyak kendala lainnya, jika pemimpi-pemimpi tersebut tidak optimis, dan tidak mau berjuang untuk mewujudkan mimpinya.

Dalam hal ini, jelas bahwa kita harus berani bermimpi. Karena hidup ini seringkali bermula dari impian-impian yang terkesan impossible, tapi ternyata itu possible.

Dengan harapan yang disertai dengan rasa optimisme, tak sulit untuk menjadikan dreams come true. Karena turn point atau titik balik dari tidur yang panjang telah dimulai. Ketika rasa optimisme muncul, tak ada lagi yang namanya mimpi. Karena optimisme, membangunkan setiap insan yang larut dalam mimpi di tidurnya, menuju sebuah dunia nyata.

Pertanyaannya adalah “Bagaimana cara membangun sebuah rasa optimisme di tengah keraut-mautan bangsa ini?”

Optimisme tak selalu datang di awal

Tak terlambat untuk memunculkan rasa optimisme di tengah krisis yang berkepanjangan. Optimisme tidak selalu datang ketika kita akan memulai transformasi mimpi menjadi kenyataan. Tapi optimisme bisa datang di tengah berjalannya proses transformasi itu.

Optimisme tersebut terbangun setelah timbul kesadaran akan kesalahan yang diperbuat. Akan timbul sebuah dorongan yang amat dahsyat untuk bekerja keras sebagai manifestasi permohonan ampun terhadap kesalahan yang diperbuat.

Dalam hal ini optimisme muncul sebagai cambuk diri untuk menjadi lebih baik. Cambuk untuk berkaca dari pengalaman masa lampau. Cambuk untuk mensugesti diri agar tidak mengulangi kesalahan yang telah diperbuat. Dan optimisme menjadi semakin dahsyat ketika ikhlas dan tawakal mencapai puncaknya.

Inilah tantangan kita sebagai bagian dari bangsa ini. Kita harus mampu keluar dari krisis yang berkepanjangan. Krisis yang dialami masyarakat harus dijadikan sebagai cerminan untuk menata hidup yang lebih baik. Krisis tersebut harus dijadikan pelajaran untuk memperbaharui diri dalam segala aspek kehidupan.

Jangan lanjutkan bermimpi mengenai hal lain, sebelum mimpimu yang dulu belum tercapai. Tapi jangan pula buat dirimu menjadi penat untuk bermimpi. Tapi berinovasilah dengan mimpi-mimpimu.

Mimpi kita yang lama, masih menjadi mimpi kita saat ini. Mimpi untuk menjadikan bangsa ini dari hari ke hari semakin membaik. Untuk mewujudkan hal itu, bangsa ini mebutuhkan putra-putrinya. Anak-anak bangsa yang mampu memberikan udara segar, memberikan kebanggan terhadap bangsa ini.

Bangsa ini memerlukan rasa optimisme dari anak-anak bangsa yang memiliki pemikiran dan pandangan hidup yang maju ke depan. Pemikiran yang dinamis dan berenergi. Pemikiran-pemikiran yang mempunyai tempat bersemayam yang lebih tinggi daripada dunia yang tampak, dan langitnya tidak tertutup keindahan. Imajinasi menemukan jalannya menuju wilayah kerajaan para dewa, dan di sanalah bangsa ini dapat melihat apa yang akan terjadi setelah pembebasan jiwa dari dunia hakikat.

Bangsa ini menggantungkan nasib pada jutaan anak bangsa, yang memiliki jutaan mimpi. Tak bisakah bangsa ini mewujudkan segelintir dari jutaan mimpi itu? Bukan hal yang sulit untuk mewujudkannya. Tapi hal itu akan menjadi tak mudah, ketika mimpi hanya sekedar mimpi dan ketika pengetahuan hanya sekedar pengetahuan.

Memiliki sedikit pengetahuan namun dipergunakan untuk berkaya, jauh lebih berarti daripada memiliki pengetahuan luas namun mati tak berfungsi. Bangsa ini tidak hanya memerlukan orang yang pintar, tapi bangsa ini juga memerlukan orang yang mampu berkarya. Bangsa ini membutuhkan orang yang optimis dalam menghasilkan karyanya. Bangsa ini perlu mimpi, perlu visi. Tapi tak akan berarti tanpa misi. Bangsa ini butuh realisasi mimpi putra-putrinya.

Dan sekali lagi, dalam realisasi mimpi, butuh optimisme.

Menatap masa depan yang lebih cerah lewat optimisme

Mengapa anak-anak bangsa selalu membanggakan negara lain?

Membanggakan betapa bersih dan teraturnya Singapura, betapa demokratisnya negara-negara barat, dan yang lainnya. Mengapa kita selalu berkaca pada sesuatu yang indah? Mengapa tak dimulai dari negeri kita ini.

Rasa kagum terhadap negara lain, jangan sampai membuat kita pesimis terhadap kondisi Indonesia. Tetapi rasa kagum tersebut, seharusnya menjadi pemicu bagi kita, untuk menjadikan bangsa kita seperti yang kita harapkan.

Mengapa kita tidak berkaca pada momentum masa lalu? Ketika Sumpah Pemuda mampu menjadi titik bangkit rasa kesatuan dan kesatuan bangsa guna meraih kemerdekaan. Sumpah tersebut bukan sekedar “janji manis”, tapi merupakan sebuah bukti bahwa para pemuda saat itu menginginkan sebuah perubahan. Menginginkan masa depan yang lebih cerah.

Apa bedanya pemuda saat itu dengan masa kini?

Mengapa kita tidak mampu untuk membangun sebuah bangsa yang lebih baik? Dengan optimisme dan kebulatan tekad bersama, penulis yakin bahwa pemuda-pemudi Indonesia mampu memecahkan bongkahan es krisis yang sudah sejak lama membeku.

Mengutip Kahlil Gibran, “Anak-anak masa depan adalah mereka yang disebut dengan kehidupan, dan mereka mengikuti kehidupan itu dengan langkah-langkah pasti dan kepala tegak. Mereka adalah fajar dengan benteng-benteng baru, tak ada kabut yang menghalangi pandangan mata mereka dan tak ada nyanyian jingle berantai yang akan menghilangkan suara mereka”.

Para pemuda merupakan benih-benih yang ditaburkan di ladang oleh Tuhan, membuka kelopaknya dan menggerak-gerakkan daun-daunnya di hadapan wajah matahari.

Dengan optimisme, penulis yakin bahwa pemuda masa kini mampu menggemparkan dunia, dan menunjukkan citra yang baik tentang Indonesia pada dunia.

Negara kita telah dikenal oleh bangsa lain. Bangsa ini telah diakui keberadaannya. Tetapi mengapa bukan untuk sesuatu yang baik? Mengapa negara kita harus dikenal sebagai negara teroris, negara koruptor, produsen narkotika, dan sejenisnya?

Aapakah dengan kondisi seperti itu, kita sebagai “manusia baru” masih berpangku tangan, dan menyerahkan semuanya pada nasib? Tak terbesitkah keinginan untuk merubah paradigma tersebut? Haruskah selalu golongan tua yang menyelesaikan masalah-masalah di negeri ini?

Ini saatnya bagi anak bangsa untuk mengaplikasikan ilmunya ke dalam dunia real. Sekali lagi, tak ada kata terlambat untuk menciptakan perubahan. Jika orang mampu, mengapa kita tidak?

Kita tidak boleh kehilangan harapan, dan bersikap pesimis. Anak bangsa harus yakin dan percaya, bahwa dunia masih menyisakan tempat yang begitu lapang untuk Indonesia, untuk berdiri sebagai kekuatan baru di dunia. Bangsa ini masih memiliki sumber daya yang berlimpahan.

Anak-anak bangsa harus mampu membangkitkan rasa percaya diri untuk mengaktualisasikan sejuta kreasi yang dimilikinya. Jika saat ini kita gagal, jadikanlah kegagalan sebagai tolak ukur dan penyemangat bagi kita untuk berhasil.

Menatap masa depan yang lebih cerah lewat optimisme, selayaknya bukan hanya sebuah slogan. Tapi hal ini mampu dimaknai dan diresapi oleh setiap insan. Jangan tunggu hujan emas untuk menjadi seorang konglomerat. Jangan tunggu bintang jatuh untuk mewujudkan harapan.

Sekarang bukan saatnya menunggu, tapi sekarang adalah saatnya untuk melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Harus ada keyakinan bahwa pemuda masa kini mampu menghasilkan cabang-cabang besar, yang akan menjulang tinggi ke langit. Saatnya kita memasuki lorong waktu, menuju dunia yang lebih baik, menuju masa depan yang lebih cerah. Optimislah, bahwa proses ini akan membawa kita ke tempat yang benar. Di mana di tempat itu, hari ke hari semakin baik. Dan tempat itu adalah Indonesia-ku. Optimis teman-temanku!!! Bersemangat!!!

Photo dan Tulisan karya M. Iman Usman (Padang)

Aku untuk Negeriku, Bugiakso Blog Competition 2009

Post to Twitter


Bersama Teman-Teman

Posted: October 5th, 2008 | Author: Iman | Filed under: Misc | 6 Comments »


Kemarin benar-benar menyenangkan. Akhirnya ketemu lagi sama teman-teman ku tercinta. Di mulai dengan berlebaran ke rumah Tama, kemudian satu persatu kwan saya muncul. Ada Gian, Sutris, dan kita pun bersama sama pergi ke SEKOLAH. Dan menemui Wiwiek, Maulini, Iib, dan Opick. Dan dengan sebuah mobil disertai beberapa motor, kita pun pergi ke rumah kepsek (nggak ada orang), ke rumah Bu Dian (nggak ada orang), dan alhamdulillah BU DAYU was at home. Haha.. Cukup lama berlbaran disana. dari ngomongin pesantren, tugas skolah, ampe masalah masalah skolah

Perjalanan berlanjut ke rumah Bu’ Mis. Horay! Dapat makan pangsit gratis.. haha Plus Es Kelapa Muda (meskipun saya tidak mencobanya, krn tak pernah suka). Di sini obrolan lebih panjang.. yA.. Harap maklum. Kemudian dari sini perjalanan kembali ke rumah Tama.. dan mereka mengunjungi Bu EVI. tapi saya memilih tinggal di rumah tama, en tidur.. Haha. capek.

   

Kemudian.. kami pergi ke pantai.. moment yang menakjubkan. alam juga lagi bersahabat. Saya mendapatkan banyak foto-foto mantaph di sana. ahahaha. Dan mereka pun pergi ke rumah saya.. Hho.. ampe numpang mandi sgala,, skaligus merampok oleh oleh dr Cina.. haha.. dan.. kemudian. kita nonton sirkus.. Haha.. kayak anak-anak aja.. tpi yang penting kebersamaan. Masalahnya, kapan lagi kayak gini. Besok dah mulai skolah. UAN smakin dekat. Ondeh.. ngomongin UAN lage.. HAHA.. smoga kami smua masih bisa tertawa bersama seperti ini. Alhamdulillah, ALLAHU AKBAR!

Post to Twitter


Visi Saya

Posted: October 3rd, 2008 | Author: Iman | Filed under: Misc | 8 Comments »

Well, sejak kepulangan dari Beijing, jujur aja, saya punya ekspektasi baru terhadap masa depan saya. Saya menginginkan sebuah perubahan yang lebih berarti, dan menantang saya untuk melakukannya. Yang jelas,

Point 1 : Saya ingin segera menamatkan bangku SMA . UAN (Ujian Akhir Nasional) benar benar mengganggu saya. Inilah kali pertama pada UN saya tidak begitu confident. Yah. karena untuk pertama kalinya juga, ada mata pelajaran yang betul betul saya tidak kuasai. Matematika. Haha. INI UAN. Saya nggak bisa gambling lage. Haha. UAN bener bener jadi momok yang menakutkan bagi saya saat ini. Saya antara mau ketawa ataupun cemas, ketika teman teman pada ngeledek ‘Nggak lucu kan, kalo siswa berprestasi sumbar,, eh ternyata nggak lulus UAN”, kalo ini mah dah terlalu sering saya dengar. Dan ini benar benar mengganggu saya. Karena di sisi lain, semua orang berekspektasi lebih pada saya. Masih ingat ketika Kepsek ngomong, wah.. “kalo iman jadi peraih nem tertinggi buat IPS gimana ya?”, ini joke atau apa? jangankan bermimpi untuk meraih nem tertinggi. sekarang ekspektasi saya, saya ingin LULUS.  Saya sudah mencoba belajar, tapi nggak ngerti-ngerti juga. Moga-moga Allah mendengarkan doa saya.

Point 2 : Saya ingin kuliah ! KOMUNIKASI! Kalo point 1 tercapai (harus), saya ingin segera kuliah. Mass communication lah yang jadi tujuan saya. Saat ini saya benar benar tidak ingin kuliah di Padang, jika saaya gagal mencapai UI/ UGM/ UNPAD tahun depan.. mungkin saya akan memfokuskan diri saya untuk volunteering dluw. Yeah. Ini juga mengganggu saya, ketika masih banyak orang yang menganggap bahwa KOMUNIKASI ADALAH PILIHAN YANG TERLALU BODOH BAGI SAYA, hingga saya bosan menjelaskannya. Semuanya masih berpikir bahwa, saya harus di Hubungan Internasional, atau ada yang lebih gila lagi.. dan masih berpikiran bahwa saya akan jadi dokter. Haha.

Point 3 : Saya igin volunteering untuk anak, dan MDG. Lulus ga lulus, kuliah gak kuliah, dan dimanapun saya berada nantinya. Point ini seolah sebagai sebuah keharusan bagi saya. Sampai saat ini, baru ada 2 pihak yang mungkin akan jadi orientasi saya. 1. Unicef Voluntary Board (smoga saja bekal sbagai PMI cukup), dan 2. Youth MDG Indonesia (semoga saja apa yang saya coba untuk support MDG selama ini cukup)

Point 4 : Saya ingin jadi educator. Yah.. sembari kuliah, sembari volunteering. Ini yang ingin saya lakukan. Saya terinspirasi melihat guru guru yang luar biasa. Saya bukan ingin menjadi teacher. tapi pendidik. Yah.. saya ingin 2 tahun lagi, saya sudah punya murid. Paling nggak, saya pengen jadi coach club club di smp atau smp di kota saya bermukim nanti. Karena saya ingin segera berbagi apa yang saya miliki, dan juga belajar dari mereka semua. Semoga saja, apa yang sudah saya capai selama 17 tahun, cukup untuk membuat orang tidak “under estimate” pada saya

Point 5 : Saya ingin menerbitkan buku. Saya terinsipirasi oleh obrolan si asep ramdhani (PMI 07) yang bilang bahw autobiografinya bakal segera released. Ya ampun.. itu impian saya dari dluw. KALO UNTUK SEBUAH BIOGRAFI RASANYA SAYA BELUM LAYAK. Terlalu sedikit yang saya miliki. Mungkin yang lebih realistis bagi saya saat ini, saya ingin menulis sebuah buku. Tentang apalah itu. 2 TAHUN LAGI, SAYA INGIN BUKU INI RELEASED. hahaa

Haha. Dan sebetulnya ada banyak visi lain yang ingin saya capai selama 1-2 tahun ke depan. Tapi ini cukup lah.. sementara

Post to Twitter